Sabtu, 16 April 2016


entah ini puisi kapan ??
Untaian Pertiwi

                                                                                                Karya : Aprifa Eling Mayuka
Semerbak kamboja menusuk
Sengit lebah tertusuk
Meski indah,
Namun payah …

Goresan bayu tlah tiba
Mengantar pesan cita
Namun terselip duka cita
Bukan nyawa, namun mental jiwa

Dikanan berdzikir
Dikiri terjungkir
Wanita, pria tak berpikir
Bercampur tanpa pikir

Tua ?, Tidak lagi !
Tunas lebih tinggi
Lebih mudah tergores angin
Lebih goyah diterjang angin

Kepala siapa salah ?
Jiwa insan tlah terwabah !
Siapa penerus bangsa ?
Pemuda tlah hancur
Pertiwi terkucur

Teruslah hati yang sadar
Rajut sulaman pilar bangsa yang kokoh
Sadarkan mereka yang terkapar
Untuk Indonesia !



Bunga Jempiring "Puisi"


Ini setelah saya membaca novel "Seputih Bunga Jempiring"
Imajinasi langsung keluar, semoga bermanfaat kawan,,

SISA BAYANG
Karya : Aprifa Eling Mayuka (SMANESA)
Malam ini ku nampakkan kaki ku di pantai KUTA ,
Ditemani seikat bunga jempiring dari tanah Bali
Terlelap dalam tiupan angin laut malam
Menembus menusuk  masuk
Air mata mulai tertetes
Ketika alunan suara music legenda
Teringat masa lalu yang pedih
Ingin tak kudengarkan, namun sulit
Suara itu seperti aku kenal
Semakin dekat dan mendekatlah
Tersentuh tangan kanan ku oleh sesosok bayangan hitam
Nemun mata ini sulit untuk membuka
Tak kuat terbuka
Apa kau telah lelah membuka mata ?
Genggaman itu semakin kuat
Terasa begitu hangat

TEKS PROCEDUR KOMPLEKS "CARA MEMBUAT BROWNIES KUKUS"

INI TUGAS PROCEDUR KOMPLEKS KELAS X KAWAN,,
 

LAPORAN
TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
“CARA MEMBUAT BROWNIES KUKUS”
APRIFA ELING MAYUKA       (05)
X MIA 1



SMA NEGERI 1 TRENGGALEK
TAHUN PELAJARAN 2014-2015



BROWNIES KUKUS
TUJUAN
1.      Menjelaskan cara membuat brownies kukus
2.      Memberikan inspirasi untuk mengisi waktu luang dengan hal positif
3.      Mengajak para siswa untuk berkreasi di bidang kuliner khususnya pada kue brownies kukus

Kamis, 14 April 2016

mawar




  (love)


 MAWAR

Karya : APRIFA ELING MAYUKA

Mawar itu memang indah, harum, & anggun,, namun  mawar tak pernah hilang dari duri ,, begitulahh cinta ,,yang tak pernah menjauh dari sakit hati.
Meskipun mawar selalu tumbuh ,, namun awar yang sudah terpetik lama-lama akan busuk juga .. begitulah dngan cinta ,, cinta banyak dirasakan namun cinta tdak akan abadi ,, karna di dunia ini gak da yang abadi..
Mawar memang indah ,, namun tak sedikit pula oran g yang enggan tuk menywntuhnya,, karna mawar berduri ,, mereka takut kalau sewaktu-waktu mereka akan merasakan tertancap duri yng menyakitkan ….
Begitu juga dengan aku ,, yag akan sekuat mungkin menahan cintaku padamu ,, karna ku takut suatu hari nanti kau akan pergi jauh dariku….
Aku takut air mata ini menetes lagi ,,& lagi ,,aku juga tak ingin tersiksa dengan rasa ini ,,, meski sulit bagiku tuk lupakanmu ,,, namun aku akan berusaha  dan terus berusaha ,,, dan aku akan anggap cinta ii seperti mimpi terindah yang numpang menghiasi malam ku,,, dan akan hilang tak pernah kembali lagi.


Bhineka Tunggal Ika


Ini karya yang kehilangan kesempatan
 

“TERAJUT DALAM SYMPHONI”
                                                Karya : Aprifa Eling Mayuka (SMANESA)

Di bukit barisan badan tergeletak  
Mengintip surya namun tak nampak
Deretan pohon berkanopi lebat merebak
Dalam sayup, nyiur menggertak
Bagai kenari beralun nada
Nada religi dari manusia
Si beo pun ikut disana
Berdendang bersama tersujud pula

Lejitan garuda menyusur dirgantara
Ke timur sedikit tujuannya
Sebuah nama dengan lemah lembutnya
Singgasana Majapahit abadi disana

Lambaian sampur sutra pernah ternoda
Noda merah membakar Yogyakarta
Hati kelam ! Namun kini tlah berjaya
Sumpah Patih Mada di pulau ini asalnya

Tergugah diri untuk berlari
Mengejar garuda dalam maskapai
Terlihat dalam bayangan
Pemuda kerajaan ambil tantangan
Antasari, sebuah nama perjuangan
Terukir indah dalam pusaka budaya di tangan

Gending klasik Dewata menarik sang garuda
Sebuah surga! Bersatu dengan adatnya
Semerbak kamboja membangunkan jiwa
Membawa harum sejarah yang ada. Puputan ! Terukir dalam jiwa !