Sabtu, 16 April 2016

peradaban manusia

Ini tugas sejarah kelas X










SEJARAH



KEKEBERADAAN MANUSIA DIINDONESIA DAN PENYEARANNYA


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjc0EHFDTLL0nDYxWT3CldlyLxK0fQc3kVJ9k_Of_PYTuCdchrg4Cc_mz2fnadFpMWIwmiHCGTN3HUt1tDdeZqNTyun_MPkcdWEoX-cwEZR0xHqEEjIcUiW2yM_bMobEjBPwdfH4RnuTrs/s200/megantropus.jpeg,Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY3kHK2wEYSWvv2y1B7mWMohn4sJkiIWanBTbRKK7dy73KpYeN6OBpnzour0EISYC_JQ7SkLlKcCLRhx1MmW4KlEHPLNyBkTt4aWXqCko8FNea49bb_U_MR3y0Z8-KectrWcU2rAPPaW8/s200/picantropus.jpeg,Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjTzCCDsVcszTQwDfjgj4Uzy72HfJSaH6iR2TjGBX9OCCT_91P2EHmlxfT8o255oHqw7qaLEXVd0iNSg7WPKWl4h_db8NUOgrcG0rNXqNDehKrHS58P8BcqaEe3a7jWJpk8ypRmUtZOxo/s200/homo.jpeg
KELOMPOK


           
KEBERADAAN MANUSIA DI INDONESIA DAN PENYEARANNYA

  1. KEHIDUPAN AWAL MANUSIA INDONESIA

1. Teori Kehidupan di Bumi
    Berdasarkan penelitian tentang lapisan kulit bumi atau menurut geologi, dilakukan pembagian zaman sebagai berikut:
  • Zaman Arkaekum, yaitu zaman tertua dan diperkirakan sekitar 2500 juta tahun. Pada zaman ini keadaan bumi belum stabil, kondisi bumi dan udara masih panas, kulit bumi dalam proses pembentukan.Zaman Palaeozoikum berusia sekitar 340 juta tahun. Pada zaman ini keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah-ubah.
  • Zaman Mesozoikum berusia sekitar 140 juta tahun. Pada zaman ini, kehidupan mengalami perkembangan yang sangat pesat.
  • Zaman Neozoikum atau Kalnozoikum berusia sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini keadaan bumi semakin membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar dan kehidupan berkembang dengan pesat. Zaman ini dibedakan atas dua macam, yaitu:
a.    Zaman Tersier; pada zaman ini kehidupan dari jenis-jenis binatang besar mulai berkurang dan telah hidup dari jenis-jenis binatang menyusui yaitu sejenis kera dan monyet.
b.    Zaman Kuarter; berusia sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini mulai muncul dan berkembang tanda-tanda kehidupan dari manusia purba. Namun zaman ini dibedakan atas dua macam, yaitu Kala Pleistosin dan Kala Holosin.










2. Pendapat Para Ahli Mengenai Kehidupan Awal

    Keberadaan masyarakat awal di Kepulauan Indonesia diketahui dan didukung oleh beberapa teori dan pendapat yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh ahli. Beberapa petunjuk tentang keberadaan masyarakat awal di Kepulauan Indonesia antara lain dikemukakan oleh tokoh-tokoh di bawah ini.
1.      Max Muller menyatakan bahwa asal dari bangsa Indonesia adalah daerah Asia Tenggara.
2.      Prof. Dr. H. Kern menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa, Kochin Cina, Kamboja. Kern juga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mempergunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia.
3.      Van Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia.
4.      Willem Smith menyatakan dalam penelitiannya tentang asal-usul bangsa Indonesia melalui penggunaan bahasa oleh bangsa Indonesia.
5.      Hogen menyatakan  bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera.
6.      Drs. Moh. Ali menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan.
7.      Prof. Dr. Kroom menyatakan bahwa asal-usul bangsa Indonesia dari daerah Cina Tengah, karena pada daerah Cina Tengah terdapat sumber-sumber sungai besar. Mereka menyebar ke wilayah Indonesia sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500 SM
8.      Mayundar menyatakan bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, kemudian menyebar ke Indo-China terus ke daerah Indonesia dan Pasifik.
9.      Prof. Moh. Yamin menentang semua pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. Dia berpendapat bahwa asal bangsa Indonesia dari daerah Indonesia sendiri.
10. Dr. Brandes yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1884 menyatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa pada daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara pulau Formosa, sebelah barat daerah Madagaskar, sebelah selatan yaitu tanah Jawa; Bali, sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika.


Berdasarkan penyalidikan terhadap penggunaan bahasa yang dipakai di berbagai kepulauan, disimpulkan bahwa bangsa Indonesia berasal dari satu daerah dan menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Campa dan agak ke utara yaitu daerah Tonkin. Sekitar tahun 1500 SM, nenek moyang bangsa Indonesia  yang berada di daerah Campa didesak oleh bangsa lain dari Asia Tengah (daerahnya lebih ke arah utara).
Dalam perkembangan selanjutnya, berbagai bangsa yang mendiami wilayah Indonesia telah membentuk komunitas sendiri sehingga mendapat sebutan tersendiri, seperti di daerah Aceh disebut dengan suku bangsa Aceh, di Jawa Barat disebut dengan suku bangsa Sunda, dan lain-lain.
Berdasarkan teori-teori atau pendapat-pendapat dari beberapa ahli disimpulkan, ada dua hal yang menarik tentang asal-usul bangsa yang menempati daerah kepulauan Indonesia. Pertama, bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Kedua, penduduk yang menempati daerah kepulauan Indonesia diperkirakan berasal dari daratan Asia.
Walaupun demikian, terdapat pula pendapat dari beberapa ahli yang menyebutkan bahwa masyarakat awal yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Adapun ras yang terdapat di Indonesia dan penyebarannya berdasarkan zamannya adalah sebagai berikut:



v Zaman Es
Pada zaman es, daerah di Indonesia terdiri atas daratan Sunda di sebelah Barat (berhuungan dengan Asia continental) dan daratan Sahul di sebelah Timur (berhuungan dengan Australia). Pada masa itu telah tersebar 2 ras di Indonesia, yaitu :
1)     Ras Mongoloid
Ras ini berasal dari Asia Tengah (Mongoloid), tersebar di darerah barat (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan). Dimulai dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, Singapura, menuju Indonesia bagian barat.
2)     Ras Austroloid
Ras ini berpusat di Australia dan menyebark ke Indonesia bagian Timur khususnya wilayah Papua atau Irian Jaya, persebarannya melalui darat sebab saat itu Australia masih bersatu dengan Papua.





Z Awal tahun 2000 SM sampai Awal Abad ke-20
1)     Ras Negroid
Gelombang migrasi penduduk yang pertama, dengan cirri berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting. Ras ini datang dari benua Asia, mendiami Papua.
2)     Ras Weddoid
Gelombang migrasi penduduk yang kedua, dengan ciri berkulit hitam, bertuuh sedang, dan eramut keriting. Ras ini datang India bagian Selatan , mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur(Kupang).
3)     Bangsa Proto Melayu
Bangsa ini memasuki wilayah Indonesia dengan melalui dua jalan, yaitu jalan barat (melalui Semenanjung Melayu terus ke Sumatera dan selanjutnya tersebar ke seluruh Indonesia) dan jalan timur (melalui Filipina terus ke Sulawesi dan selanjutnya tersebar ke seluruh Indonesia). Bangsa Proto Melayu kemudian terdesak ke arah timur setelah kedatangan bangsa Deutro Melayu. Pada masa sekarang masih dapat ditemukan keturunan bangsa Proto Melayu seperti suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, Papua (Irian Barat) dan sebagainya.
4)     Bangsa Deutro Melayu
Bangsa Deutro Melayu memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang sejak tahun 500 SM. Keturunan bangsa Deutro Melayu misalnya suku bangsa Jawa, Melayu, Bugis, Minang dan sebagainya. Kebudayaan mereka ini sering disebut dengan kebudayaan Dong Son (sesuai dengan nama daerah yang banyak ditemukan benda-benda dari logam di daerah Teluk Tonkin).

No
Nama Fosil
Penemu
Tempat Penemuan
Tahun Penemuan
1.
Pithecanthropus Erectus
Eugene Dubois
Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi
1891
2.
Homo Wajakensis
Von Reitschotten
Wajak, Tulung Agung
1889
3.
Homo Sapien Soloensis (Homo Soloensis).
Von Koenigswald
Ter Haar dan Oppenorth.  
Ngandong Blora, Sangiran dan Sambungmacan, Sragen, lembah Sungai Bengawan Solo
1931 – 1934
4.
Homo Erectus
Eugene Dubois
Trinil, Ngawi
1890
5.
Homo Robustus
Von Koenigswald
Ngandong
1939
6.
Homo Mojokertensis
Von Koenigswald
Perning/Mojokerto
1936
7.
Meganthropus Palaeojavanicus
Von Koenigswald
Sangiran, Sragen
1941
B.  PENEMUAN MANUSIA PUBRA DI INDONESIA

1. Meganthropus (Manusia Besar)








Description: G:\tugas\sejarah\Von Koenigswald.gif

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjc0EHFDTLL0nDYxWT3CldlyLxK0fQc3kVJ9k_Of_PYTuCdchrg4Cc_mz2fnadFpMWIwmiHCGTN3HUt1tDdeZqNTyun_MPkcdWEoX-cwEZR0xHqEEjIcUiW2yM_bMobEjBPwdfH4RnuTrs/s200/megantropus.jpeg

 












Van Koenigswald

Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat , geraham-gerahamnya menunjukan corak-corak kemanusiaan, tetapi banyak pula sifat keranya. Manusia ini belum memiliki dagu namun perawakannya diperkirakan tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup pada masa Plistosen Bawah yaitu sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.

2. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)







Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY3kHK2wEYSWvv2y1B7mWMohn4sJkiIWanBTbRKK7dy73KpYeN6OBpnzour0EISYC_JQ7SkLlKcCLRhx1MmW4KlEHPLNyBkTt4aWXqCko8FNea49bb_U_MR3y0Z8-KectrWcU2rAPPaW8/s200/picantropus.jpeg


Description: G:\tugas\sejarah\Eugene_Dubois.jpg

 














Eugene Dubois penemu Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.

Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
  • Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
  • Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
  • Tinggi sekitar 165–180 cm.
  • Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
  • Memiliki rahang bawah yang kuat.
  • Memiliki tulang pipi yang tebal.
  • Tulang belakang menonjol dan tajam.
  • Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.

3. Homo





Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjTzCCDsVcszTQwDfjgj4Uzy72HfJSaH6iR2TjGBX9OCCT_91P2EHmlxfT8o255oHqw7qaLEXVd0iNSg7WPKWl4h_db8NUOgrcG0rNXqNDehKrHS58P8BcqaEe3a7jWJpk8ypRmUtZOxo/s200/homo.jpeg
 

















Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.

Z Manusia Purba Homo Wajakensis
berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia.

Z Manusia Purba Homo Soloensis
adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman.

Ciri-ciri Manusia Purba homo :
  • muka lebar dengan hidung yang lebar;
  • mulutnya menonjol;
  • dahinya juga masih menonjol, sekalipun tidak seperti jenis Pithecanthropus;
  • bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
  • tingginya 130–210 cm; berat badan 30–150 kg;
  • hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.


Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia.







TIM PENYUSUN


¯APRIFA ELING MAYUKA          (05)
¯AVIVA PYUNANI                          (08)
¯DESIA FAJIRA PERDANI          (14)
¯GENSEN BRIANDA R                  (16)
¯MUHAMMAD ZAKIYUDDIN S.  (18)
¯TEDDY FAHRU ROZI                 (25)
¯WIMAWANTIKA HAPSARI N    (29)
¯ZEMA RIZKI MARANTI              (32)











GIGIHHARDIANRESTUNUGROHOANDRIFAE.M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar